SDI Darul Mu’minin Gelar Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Pelajaran 2026–2027

SDI Darul Mu’minin resmi melaksanakan rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru (PMB) untuk Tahun Pelajaran 2026–2027 pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan seleksi berlangsung sejak siang hari dengan tertib dan kondusif, diikuti oleh total 84 calon peserta didik yang telah mendaftar pada gelombang pertama.

Seleksi tahun ini dirancang untuk melihat kesiapan akademik dan karakter dasar calon siswa sesuai standar kualitas pendidikan sekolah. Beberapa materi yang diujikan meliputi membaca, menulis, berhitung, serta baca tulis Al-Qur’an. Setiap peserta diuji secara individual untuk memastikan penilaian yang objektif dan menyeluruh. Selain tes akademik, calon siswa juga mengikuti wawancara, baik bersama guru maupun tim penerimaan siswa baru, untuk mengenali kesiapan mental, kemampuan komunikasi, serta dukungan lingkungan keluarga dalam proses belajar anak.

Kepala Sekolah SDI Darul Mu’minin menuturkan bahwa seleksi ini bukan semata-mata untuk mencari siswa dengan kemampuan terbaik, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap anak yang diterima benar-benar siap mengikuti pembelajaran di jenjang sekolah dasar. “Kami ingin memastikan bahwa calon siswa memiliki fondasi literasi, numerasi, serta kesiapan karakter dan spiritual yang memadai agar dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Pelaksanaan seleksi berjalan lancar berkat dukungan penuh para guru, staf panitia. Hasil resmi seleksi rencananya akan diumumkan pada pekan berikutnya melalui papan informasi sekolah dan website resmi SDI Darul Mu’minin *

Dengan terlaksananya seleksi ini, SDI Darul Mu’minin berharap dapat menjaring calon siswa yang siap berkembang menjadi generasi berakhlak mulia, cerdas, dan berprestasi di masa depan.

SDI Darul Mu’minin Gelar Peringatan Hari Guru Nasional 2025 dengan Penampilan Spesial Para Guru

Larangan, 25 November 2025 – dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025 seluruh peserta didik hadir dan datang dengan penuh khidmat, meriah, dan sarat makna pada Selasa, 25 November 2025. Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan upacara peringatan, yang tahun ini terasa istimewa karena seluruh petugas upacara dipercayakan kepada para guru putri. Mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, hingga pembaca doa menunjukkan dedikasi dan keteladanan para guru yang tak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan dua regu pemenang pentas seni saat kegiatan Perkajum beberapa waktu lalu. Kedua regu menampilkan pertunjukan terbaik mereka yang membangkitkan suasana semangat dan kegembiraan seluruh peserta didik yang hadir. Sorak tepuk tangan siswa mengisi lapangan sekolah, menandai antusiasme yang luar biasa.

Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan puisi oleh dua guru, yaitu Pak Aziz dan Bu Hanifah. Dalam lantunan kata-kata yang penuh haru dan keindahan, keduanya menyampaikan ungkapan rasa syukur dan refleksi tentang perjalanan seorang guru. Suasana berubah menjadi lebih syahdu, membuat banyak siswa dan guru lainnya meresapi makna mendalam dari bait-bait puisi yang dibacakan.

Namun momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh murid akhirnya tiba: penampilan drama epik oleh para guru. Tahun ini, para guru memerankan berbagai profesi, menghadirkan kisah jenaka namun penuh pesan moral. Penampilan dimulai dengan formasi gerakan kompak ketika para guru memasuki arena pertunjukan – sebuah momen yang langsung membuat para siswa terpukau dan bersorak gembira.

Dalam pertunjukan tersebut, Pak Rama tampil sebagai murid jenaka yang penuh rasa ingin tahu, sementara Pak Arwani memerankan sosok petani yang menggambarkan kerja keras dan kesederhanaan. Pak Faiz hadir dengan kostum pilot yang gagah, membawa pesan tentang cita-cita tinggi dan keteguhan. Tidak ketinggalan, Pak Ruslan tampil sebagai koki kreatif, membuat suasana semakin hidup dengan gaya khasnya. Pak Syahrul memainkan peran atlet penuh energi, sedangkan Pak Rafly memerankan dokter yang bijak dan peduli. Lalu, Pak Tofik tampil sebagai ustadz yang menebar nilai-nilai kebaikan dan akhlak. Terakhir, Pak Herey memerankan sosok guru yang menjadi simbol dari seluruh perjuangan dan kasih sayang para pendidik.

Interaksi antar karakternya dibuat ringan, lucu, dan mudah dipahami anak-anak. Siswa-siswa tampak tertawa, tersenyum, dan sesekali bersorak kagum melihat gurunya tampil berbeda dari biasanya. Drama ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan penting bahwa setiap profesi memiliki nilai, perjuangan, dan kontribusi bagi masyarakat – serta bahwa guru adalah sosok yang mengajarkan semua itu.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi salah satu momen paling berkesan bagi seluruh warga SDI Darul Mu’minin. Selain meriah, acara ini juga berhasil mempererat hubungan emosional antara guru dan murid melalui kreativitas, keteladanan, dan kebersamaan.

Dengan selesainya seluruh rangkaian kegiatan, para siswa pulang dengan wajah ceria dan penuh inspirasi. Sementara itu, para guru kembali mendapatkan apresiasi yang hangat dari anak didiknya – sebuah hadiah terbaik di Hari Guru Nasional 2025. Semoga semangat mengajar, mendidik, dan menginspirasi terus menyala di SDI Darul Mu’minin.